Harga Telur Ayam di Pati Turun

Pati, Mitrapost.com – Beberapa waktu terakhir harga telur anjlok. Kepala Bidang (Kabid) Peternakan Dinas Pertanian (Dispertan) mengatakan penyebab turunnya harga telur karena ada Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Adanya PPKM menyebabkan ketersediaan telur tidak bisa terserap semuanya. Sumber telur Pulau Jawa khususnya Kabupaten Pati ada di Kabupaten Blitar, Jawa Timur.

“Kalau melimpah tidak bisa sampai ke Jakarta terus melebar ke Kabupaten di Jawa Tengah sehingga harganya jatuh,” ujar Andi Hirawadi kepada Mitrapost.com saat ditemui di kantornya (7/9/2021).

Di sisi lain, ia menjelaskan di bulan Suro, banyak warga yang tidak bekerja. Penurunan harga telur di musim ini pun dianggap hal yang lumrah.

“Mereka sudah hafal musim-musim seperti Bulan Suro ini harganya jatuh,” imbuhnya.

Andi menambahkan bahwasanya harga telur ayam di tingkat peternak senilai Rp17 ribu, sementara di pasaran sekitar Rp20 ribu.

“Sudah lumayan agak naik sedikit karena kemarin sampai mengalami harga Rp15 ribu dan ini sudah menuju ke harga Rp17 ribu,” ungkapnya.

Sementara itu, harga jagung sedang naik, haraga biasanya Rp4 ribu hari ini mencapai Rp5.600.

“Jadi saya harapkan dengan pemeliharaan yang lebih intensif itu mengurangi risiko kematian. Efisiensi pakan juga terjamin, sehingga produksinya meningkat,” terangnya. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati